Senin, 02 Mei 2016

Jadikanlah Bunga mulia karena usahanya



Oleh: Nur R. Salmiah


Jika wanita diibaratkan dengan 
bunga dan mutira.
Manakah yang
 lebih baik 
Bunga ataukah Mutiara ?

Ada yang mengatakan wanita yang diibaratkan seperti Bunga itu adalah wanita yang tidak baik. Karena dapat terlihat oleh siapapun. Tapi ada pula yang mengatakan wanita yang diibaratkan seperti mutiara adalah wanita yang baik. Karena keindahan dan kemuliaanya hanya tertutup oleh cangkang yang kuat melindunginya.

 Namun apakah adil jika wanita yang diibaratkan seperti bunga itu adalah wanita yang tidak baik ?


Ukhti fillah... taukah kita tidak pernah tau sebaik apa keimanan seseorang yang tau hanyalah allah sang pencipta alam semesta. Kadang apa yang kita lihat sehari-hari belum tentu itu adalah merupakan dirinya yang sebenarnya. Dan kadang apa yang kita sering bicarakan tentang keburukan seseorang justru kita terlihat lebih buruk dari orang itu.

Ukhti sahabatku, sahabat yang dimuliakan allah swt. sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang. Kasih sayangnya terhadap hamba-hambanya tidaklah ada yang bisa menandinginya. 

Alangkah indahnya
"jika ada wanita yang diibaratkan seperti bunga dan jika ia tidak bisa menjadi mutiara maka bantulah ia untuk menjadikan dirinya seperti permata, emas, dan berlian yang sama-sama memiliki sifat kemulian di mata allah azza wa jalla. . ."

Seperti yang dijelaskan 
dalam al-qura'an:

 Qs. An-Nahl : 97



مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (97)

Artinya:
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. "(16: 97)


Jumat, 29 April 2016

Nasehati dengan lembut


Oleh: Nur R. Salmiah

Manusia menilai atas apa yang ia lihat bukan apa yang mereka tidak tahu. . .

Karna ketidaktahuannya
Kadang sesama wanita baik-baik pun saling menyakiti . Karena sama-sama ingin merasa benar dan paling baik.
Menegur bukan menghina. . .
Mengajak bukan memaksa. . .

Alangkah buruknya kita sebagai manusia. Menilai buruknya seseorang hanya karna dia berdiri di tempat kotor, bau, dan busuk.

Padahal kita belum tau apa niatnya, apa yang akan ia lakukan, dan apa yang sedang ia pikirkan. Bisa saja seseorang itu berdiri di tempat kotor itu justru untuk menghilangkan bau yang busuk dan menjadikan tempat itu bersih, wangi atau bahkan bermanfaat banyak bagi oranglain.

Jika allah saja maha pengasih dan maha penyayang. . .

Mengapa seseorang yang kaya dengan ilmu masih saja menghina dan merasa paling benar atas apa yang ia ketahui. . .

Menghakimi pendosa seperti ia seorang yang paling baik ? Dan,
Mengapa kita selalu menyebutkan keburukan sesorang agar kita terlihat lebih baik ? . . .

Ukhti fillah. . .

Apakah allah pernah menyakiti hatimu saat kamu menyakitinya ? Tidak.
Apakah allah pernah memaksamu untuk melakukan sesuatu ? Tidak.
Dan apakah allah pernah membeda-bedakan hambanya dengan sebutan si baik dan si buruk? Tidak.

Nauzubillah min zalik. . .

Yang ada allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita tetapi kita lupa untuk mensyukurinya. .
Aku hanyalah wanita akhir zaman yang fakir ilmu dan pendosa. Tetapi insha allah aku tidak haus pujian dan selalu ingin belajar. . .

Yang mengetahui pasti tidak akan mencela, yang mengerti akan selalu menjaga. . .

Ketidak sempurna kita sebagai manusia, yang membuat kita sering lupa menasehati dengan kelembutan, menegur dengan lembut, dan mengajak dengan merangkul dan penuh rasa sayang kepada sesama muslim dan muslimah.

Ukhti fillah, semoga allah selalu ada di dalam hati kita, agar kita ingat bahwa kita hidup bukan semata syurga untuk kita sendiri, melainkan mengajak untuk bersama-sama berada di dalam syurganya di dunia maupun akhirat. Jazakillah khair 💕

Kamis, 28 April 2016

Sekenario Cinta dan Hidupku

Oleh: Nur R. Salmiah.

Apa yang terjadi saat ini adalah yang terbaik untukku. Dan itu sudah jadi takdir allah karna, apa yang selama ini kamu dan aku usahakan dan pertahankan. Semua itu semakin kuat saat terucap namaku dan namamu dalam doa yang tulus.

Sebelumnya...

Aku tidak pernah berpikir untuk mengenalmu

Aku tidak pernah mengejar cintamu

Aku tidak pernah tau bagaimana bentuk rupamu

Aku tidak pernah tau bagaimana akhlakmu.

Yang aku tau...
Aku tau kau tidaklah sesempurna nabi yusuf
Aku tau kau tidaklah semulia nabi muhammad saw
Aku juga tau...bahwa kau pasti sama sepertiku...

Allah telah mersiapkan semua cerita ini untukku dan untukmu. Hingga kita tumbuh untuk saling belajar mencintai, menyayangi, dan mengerti.

Hingga...

Apa yang allah berikan terkadang tidak sesuai dan jauh lebih baik dari apa yang aku dan kamu minta.

Alhamdulillah, aku bersyukur karnanya. karna allah kita dipertemukan, dan insya allah hati juga perasaanmu selalu untukku begitupun aku sebaliknya.💙❤